Perusahaan elektronik asal Kyoto, Murata Manufacturing, mengumumkan pada tanggal 27 bahwa terdapat kemungkinan kebocoran sekitar 88.000 data pribadi akibat akses ilegal ke sistem internal perusahaan.
Sebelumnya, pada Februari tahun ini, perusahaan telah mengungkap bahwa sistem internal yang digunakan untuk berbagi informasi mengalami akses tidak sah, dan sebagian data diduga telah diambil secara ilegal.
Dalam pengumuman terbaru, perusahaan menjelaskan rincian data yang berpotensi bocor. Sekitar 73.000 data milik karyawan dan keluarga mereka diduga terdampak, termasuk alamat email, nomor telepon, informasi departemen, serta data terkait kesejahteraan karyawan. Selain itu, terdapat juga informasi sensitif seperti nama anggota keluarga, tanggal lahir, kontak, hingga informasi rekening bank.
Selain itu, sekitar 15.000 data lain yang berkaitan dengan pelanggan dan mitra bisnis juga berpotensi bocor. Data tersebut mencakup nama, alamat email, nomor telepon, serta dokumen terkait transaksi seperti faktur dan kontrak.
Murata Manufacturing menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya kerusakan lanjutan akibat insiden tersebut. Perusahaan juga belum mengonfirmasi adanya penyalahgunaan data atau kerugian sekunder.
Sebagai langkah pencegahan, perusahaan akan memperkuat sistem keamanan, termasuk peningkatan metode autentikasi untuk mencegah login ilegal serta pengelolaan hak akses yang lebih ketat, guna mencegah kejadian serupa di masa depan.



コメント