Pemerintah Jepang resmi melonggarkan aturan ekspor senjata pada tanggal 21, termasuk senjata dengan kemampuan mematikan. Langkah ini langsung diikuti dengan upaya aktif untuk memasarkan peralatan pertahanan ke negara-negara mitra.
Perdana Menteri 高市早苗 menjelaskan kebijakan ini dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon, yang menyambutnya dengan positif.
Salah satu target utama ekspor adalah Filipina, dengan rencana pengiriman kapal perang bekas milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Menteri Pertahanan Jepang 小泉進次郎 menyatakan akan meningkatkan “top sales” atau promosi langsung ke berbagai negara. Kunjungan ke Filipina dan Indonesia juga direncanakan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Amerika Serikat menyambut kebijakan ini sebagai langkah positif bagi stabilitas internasional. Namun, Korea Selatan menunjukkan sikap hati-hati, dengan kekhawatiran bahwa Jepang bisa bergerak menuju negara dengan kekuatan militer yang lebih besar.
Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam peran Jepang di bidang keamanan internasional, sekaligus membuka peluang dan risiko baru di kawasan Asia.



コメント