⚠️ Harga AC Bisa Naik Tahun 2027!
Halo semuanya, saya Tanaka, penulis yang menulis artikel di situs ini.
Akhir-akhir ini cuaca sangat panas. Apakah kalian baik-baik saja?
Bagi teman-teman dari Indonesia, apakah musim panas di Jepang terasa lebih sulit dibanding yang dibayangkan? Meskipun Indonesia juga merupakan negara tropis yang panas sepanjang tahun, musim panas di Jepang memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi. Karena itu, banyak orang merasa lebih mudah berkeringat, cepat lelah, dan tidak nyaman.
Jangan lupa untuk minum air yang cukup, beristirahat dengan baik, dan menjaga kesehatan agar tidak terkena heatstroke (serangan panas). ☀️🥤
Nah, pada artikel kali ini, saya ingin membahas sebuah topik yang mungkin dekat dengan kehidupan kalian yang bekerja di Jepang. Mari kita simak bersama! Nah, kali ini saya ingin memperkenalkan beberapa cara yang biasa dilakukan di Jepang untuk mengatasi cuaca panas.
🌊 Cara ①: Uchimizu (Menyiram Air ke Jalan)
Hal ini karena musim panas di Jepang memiliki tingkat kelembapan yang jauh lebih tinggi dibandingkan musim panas di Indonesia.
Jika kita melihat periode musim panas yang akan datang, yaitu sekitar bulan Juni hingga Agustus, tingkat kelembapan di Jepang selama musim hujan (tsuyu) hingga musim panas bisa mencapai 80% hingga 90%. Sebaliknya, di Indonesia pada periode tersebut umumnya sedang memasuki musim kemarau.
Meskipun Indonesia adalah negara yang hangat sepanjang tahun, panasnya cenderung lebih kering dan tidak terlalu lembap. Karena itu, banyak orang Indonesia mungkin merasa bahwa musim panas di Jepang yang panas sekaligus lembap terasa lebih berat dan melelahkan.
Udara yang lembap membuat tubuh lebih sulit mendinginkan diri melalui keringat, sehingga rasa gerah dan tidak nyaman menjadi lebih kuat dibandingkan di Indonesia. ☀️💦
Dan terakhir, ada satu cara menghadapi musim panas yang mungkin harus kalian persiapkan sebelum tahun depan… 🌊 Cara ①: Uchimizu (Menyiram Air ke Jalan)
Ngomong-ngomong, apakah kalian pernah mengalami saat musim panas di Jepang, lalu melihat atau hampir terkena siraman air dari kakek atau nenek di pinggir jalan?
Sebenarnya itu bukan karena mereka marah atau iseng. 😄
Tradisi tersebut disebut “Uchimizu”, yaitu salah satu cara tradisional Jepang untuk mengurangi panas yang sudah dikenal sejak zaman dahulu.
Caranya sederhana, yaitu dengan menyiramkan air ke permukaan jalan atau tanah yang panas. Ketika air menguap, suhu di sekitar area tersebut bisa turun untuk sementara waktu sehingga terasa lebih sejuk.
Saat ini tidak banyak anak muda yang masih melakukannya, sehingga jika tiba-tiba ada orang tua yang menyiram air di depan rumah atau di pinggir jalan, mungkin kalian akan terkejut!
❄️ Cara ②: Membawa Perlengkapan Pendingin
Di Jepang, banyak sekali produk yang dapat membantu mengatasi panas dan sangat mudah ditemukan di toko obat (drugstore) maupun supermarket.
Contohnya:
✅ Handuk pendingin yang cukup dibasahi dengan air dan langsung terasa dingin.
✅ Kipas angin mini portabel yang mudah dibawa ke mana-mana.
✅ Spray pendingin pakaian, yang cukup disemprotkan ke baju untuk memberikan sensasi sejuk.
Produk-produk seperti ini sekarang sangat populer di Jepang saat musim panas. Jika kalian belum pernah mencobanya, coba lihat saat berbelanja di drugstore atau supermarket terdekat. Mungkin bisa membantu kalian menjalani musim panas Jepang dengan lebih nyaman! ☀️🧊😊
❄️ Cara ③: Air Conditioner (AC)
Musim panas di Jepang bisa sangat ekstrem, bahkan setiap tahun ada orang yang meninggal akibat heatstroke (serangan panas). Karena itu, AC bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan yang sangat penting.
Jika AC di rumah kalian rusak, atau jika kalian belum pernah mengalami musim panas di Jepang sebelumnya, saya sangat menyarankan untuk memilikinya.
Dan jika ingin membeli AC, sebaiknya lakukan sebelum akhir tahun ini.
Mengapa?
Karena mulai tahun depan akan diberlakukan aturan baru yang dikenal dengan sebutan “Masalah AC 2027” (Air Conditioner 2027 Problem).
Mulai April 2027, standar efisiensi energi nasional Jepang (sistem Top Runner) akan diperketat secara signifikan. Akibatnya, model AC berharga murah yang tidak memenuhi standar baru pada prinsipnya tidak lagi dapat diproduksi maupun dijual.
Karena perubahan ini, harga AC baru diperkirakan akan meningkat. Selain itu, banyak orang kemungkinan akan membeli AC sebelum aturan baru berlaku, sehingga permintaan pemasangan AC diperkirakan melonjak dan waktu tunggu pemasangan bisa menjadi lebih lama.
Bahkan jika masih ada stok AC murah seperti yang selama ini dijual, belum tentu toko atau perusahaan yang menjual barang bekas akan menawarkan harga yang lebih murah dari harga sebelumnya. Permintaan yang tinggi justru bisa membuat harga AC bekas ikut naik.
Beberapa pihak bahkan memperkirakan bahwa AC yang akan dijual mulai tahun depan bisa memiliki harga 1,5 hingga hampir 2 kali lebih mahal dibandingkan model yang saat ini dijual. Memang harga pastinya belum ditetapkan, tetapi jika kalian berencana mengganti atau membeli AC baru, bisa dikatakan bahwa tahun ini adalah waktu yang paling tepat.
Jadi, bagi yang sedang mempertimbangkan membeli AC, ingatlah satu hal:
👉 Kalau mau beli AC, sebaiknya sebelum akhir tahun ini!
Oh ya, bagi yang tinggal di Tokyo, pemerintah metropolitan Tokyo memiliki program subsidi khusus untuk penggantian peralatan elektronik rumah tangga yang lebih hemat energi. Saat membeli AC, coba tanyakan kepada petugas toko apakah kalian memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi tersebut. 😊❄️🏠


コメント