Sebuah insiden tragis terjadi di Prefektur Oita, Jepang, yang kembali menyoroti kondisi kerja para pekerja asing di sektor pertanian.
Pada pagi hari tanggal 14 April sekitar pukul 08.20 waktu setempat, seorang pekerja menemukan seorang pria tergeletak di dalam kandang sapi di sebuah peternakan di Kota Hita. Pria tersebut kemudian diketahui sebagai Tan Rathanak (21), seorang peserta program magang teknis asal Kamboja yang tinggal di Jepang.
Menurut laporan kepolisian, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi henti jantung dan pernapasan. Rekan kerja yang menemukan korban langsung menghubungi layanan darurat dengan laporan bahwa korban “tertabrak sapi”.
Tan Rathanak segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Dugaan awal mengarah pada kecelakaan kerja yang melibatkan hewan ternak, namun detail kronologi masih dalam proses klarifikasi.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang melibatkan pekerja asing di Jepang, khususnya dalam program magang teknis (Technical Intern Training Program) yang selama ini menjadi sorotan karena isu keselamatan dan perlindungan tenaga kerja.
Program ini memang bertujuan untuk transfer keterampilan ke negara berkembang, namun dalam praktiknya sering mendapat kritik karena kondisi kerja yang berat dan risiko tinggi, terutama di sektor seperti pertanian, konstruksi, dan manufaktur.
Kasus kematian Tan Rathanak menimbulkan keprihatinan luas, baik di Jepang maupun di negara asalnya, Kamboja. Banyak pihak mendesak adanya peningkatan standar keselamatan kerja serta pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan penerima tenaga kerja asing.
Apakah tragedi ini akan menjadi titik balik dalam perbaikan sistem perlindungan pekerja asing di Jepang?



コメント