PENIPUAN LISTRIK TERUNGKAP! 246 Korban, Modus “Perbaikan Darurat” Raup Rp4,7 Miliar

Berita Utama Jepang


Kasus penipuan berkedok layanan perbaikan listrik di Jepang akhirnya terbongkar. Kepolisian Metropolitan Tokyo menangkap empat pria berusia 20–30-an atas dugaan penipuan melalui layanan palsu bernama “Mach Denki Shuri”.

Para pelaku memanfaatkan internet untuk menarik korban dengan iklan layanan perbaikan listrik cepat. Mereka menjanjikan solusi instan untuk masalah seperti kebocoran listrik atau gangguan breaker, namun ternyata hanya akal-akalan untuk menipu.

■ 246 Korban, Kerugian Fantastis

Menurut polisi, dari Maret hingga Juni 2025, terdapat 246 laporan korban di wilayah Kanto (Tokyo dan sekitarnya), dengan total kerugian mencapai sekitar 47 juta yen (sekitar Rp4,7 miliar).

Korban berasal dari berbagai usia, mulai dari 20 hingga 60 tahun, menunjukkan bahwa modus ini sangat luas dan sulit dideteksi.

■ Modus: Menakut-nakuti Korban

Pelaku datang langsung ke rumah korban dengan menyamar sebagai teknisi listrik.

Mereka kemudian mengatakan:

  • “Sistem listrik Anda tidak stabil”
  • “Harus ganti panel listrik seluruhnya”
  • “Kalau tidak diperbaiki bisa berbahaya”

Padahal dalam banyak kasus, masalahnya hanya sederhana—seperti breaker turun atau lampu rusak.

Namun korban dipaksa membayar biaya perbaikan yang sangat tinggi, bahkan ada yang mencapai lebih dari 1,4 juta yen.

■ Tanpa Lisensi Resmi

Yang mengejutkan, keempat pelaku ternyata tidak memiliki lisensi teknisi listrik resmi, sehingga seluruh pekerjaan yang mereka tawarkan sebenarnya ilegal.

■ Iklan Internet Jadi Senjata Utama

Modus ini semakin canggih karena menggunakan iklan pencarian di internet (search ads).

Ketika pengguna mencari kata seperti:

  • “korsleting listrik”
  • “breaker mati”

Maka situs penipuan ini muncul di posisi teratas dengan kata-kata menarik seperti:

  • “Perbaikan dalam 10 menit”
  • “Gratis biaya kunjungan”
  • “Diskon hingga 70%”

Hal ini membuat korban percaya bahwa layanan tersebut terpercaya.

■ “Saya Tertipu Karena Terlihat Profesional”

Salah satu korban mengaku bahwa ia percaya karena situs tersebut terlihat profesional dan memiliki ulasan positif.

Padahal semua testimoni tersebut diduga palsu.

■ Polisi: Waspada Iklan Online

Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa penipuan kini semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi digital.

Polisi mengimbau masyarakat untuk:

  • Tidak langsung percaya pada iklan teratas di Google
  • Memastikan perusahaan memiliki lisensi resmi
  • Menghindari pembayaran langsung di tempat

Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan jumlah korban diperkirakan bisa terus bertambah.

コメント