Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada malam 1 April (waktu AS) menyampaikan pidato televisi terkait serangan terhadap Iran. Dalam pidatonya, Trump mengklaim bahwa “tujuan strategis utama hampir tercapai” setelah satu bulan operasi militer.
Namun, ia juga menegaskan bahwa serangan akan terus dilanjutkan, bahkan menyatakan bahwa dalam “2 hingga 3 minggu ke depan, Iran akan dihancurkan sepenuhnya.”
Pernyataan ini bertolak belakang dengan komentarnya sehari sebelumnya, di mana ia sempat menyebut kemungkinan penarikan pasukan dalam waktu dekat. Dalam pidato tersebut, Trump tidak lagi menyinggung rencana penarikan tersebut.
Trump juga menyoroti Selat Hormuz yang saat ini berada dalam kondisi hampir tertutup oleh Iran. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak terlalu bergantung pada impor minyak dari wilayah tersebut, dan menyarankan negara-negara lain yang bergantung pada jalur itu untuk mencari alternatif, termasuk membeli minyak dari AS.
Sementara itu, militer AS terus memperkuat kehadirannya di Timur Tengah. Pasukan tambahan, termasuk unit marinir dan pasukan khusus, telah dikerahkan ke wilayah tersebut. Selain itu, kapal induk USS George H. W. Bush juga telah berangkat menuju kawasan, menambah kekuatan militer yang sudah ada.
Di tengah eskalasi ini, kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia semakin meningkat akibat ketidakstabilan di Selat Hormuz.
Pemerintah Jepang melalui Kepala Sekretaris Kabinet menyatakan tidak akan memberikan komentar langsung terhadap isi pidato Trump, namun menekankan pentingnya penyelesaian melalui dialog serta menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah demi keamanan energi global.



コメント