Para ahli menjelaskan mekanisme gempa yang terjadi pada sore hari tanggal 20 dengan pusat gempa di lepas pantai Sanriku.
Profesor Shinji Toda dari Universitas Tohoku (bidang geologi gempa) menilai bahwa gempa kali ini merupakan “gempa batas lempeng” yang terjadi akibat pergeseran antara lempeng di daratan dan lempeng Samudra Pasifik yang menyusup di bawahnya. Jenis gempa ini sama dengan gempa yang menyebabkan Gempa Besar Jepang Timur pada Maret 2011.
Peringatan tsunami telah dikeluarkan dan tsunami juga diperkirakan serta telah teramati. Hal ini disebabkan oleh besarnya magnitudo gempa yang mencapai 7,7 serta lokasi pusat gempa yang dangkal di bawah laut. “Kemungkinan besar karena perubahan dasar laut akibat gempa menjadi sangat signifikan, sehingga perubahan permukaan laut bisa berlangsung lama,” jelasnya.
Wilayah sumber gempa kali ini merupakan area yang masih menyimpan tekanan karena pada saat Gempa Besar Jepang Timur, kerusakan pada batas lempeng tidak meluas hingga ke wilayah tersebut. Di bagian selatan wilayah ini, gempa telah berulang kali terjadi sejak November tahun lalu. Pada 9 November, terjadi gempa bermagnitudo 6,9. Profesor Toda menyatakan bahwa gempa yang lebih besar kali ini terjadi di dekat wilayah yang telah lama aktif secara seismik.
Ia juga mencontohkan bahwa dua hari sebelum Gempa Besar Jepang Timur, pada 9 Maret, terjadi gempa bermagnitudo 7,3. “Tidak hanya tsunami di wilayah pesisir, tetapi kemungkinan terjadinya gempa yang lebih besar di wilayah Tohoku dan sekitarnya bisa meningkat dibandingkan biasanya. Terutama dalam 2–3 hari ke depan, perlu waspada terhadap guncangan kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Profesor Shunichi Koshimura dari Universitas Tohoku (bidang rekayasa tsunami) juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada selama peringatan dan imbauan tsunami masih berlaku. “Di wilayah Sanriku terdapat landas kontinen dengan kemiringan yang memanjang dari pantai ke laut lepas. Tsunami yang masuk ke area tersebut sulit keluar, sehingga perubahan permukaan laut dapat berlangsung lama dan tidak segera mereda. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan,” jelasnya.



コメント