Specified Skilled Worker (Tokutei Ginou)
Tokutei Ginou adalah sistem status tinggal yang diperkenalkan pada April 2019 untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang serius di Jepang. Pada awal diperkenalkan, sistem ini sering disalahartikan sebagai “magang teknis (Ginou Jisshu)”.
Perbedaan utama antara sistem ini dan program magang teknis ada dua. Pertama, sistem ini bertujuan untuk menerima tenaga kerja asing sebagai bagian dari tenaga kerja. Kedua, untuk memperoleh status tinggal ini, diperlukan kelulusan dalam tes bahasa Jepang dan tes keterampilan.
Karena pemegang status ini memiliki kemampuan bahasa Jepang dasar (setara JLPT N4) serta lulus ujian keterampilan di bidang terkait, mereka dapat langsung bekerja sebagai tenaga siap pakai dengan tingkat keahlian tertentu.
Bidang yang termasuk dalam sistem ini terus bertambah. Pada Maret 2024, empat bidang baru ditambahkan yaitu “transportasi kendaraan”, “perkeretaapian”, “kehutanan”, dan “industri kayu”, sehingga total menjadi 16 bidang untuk Tokutei Ginou tipe 1. Selain itu, pada Mei 2025 juga dipertimbangkan penambahan tiga bidang baru yaitu “linen supply”, “gudang logistik”, dan “daur ulang sumber daya”.
Tokutei Ginou memiliki dua kategori, yaitu tipe 1 dan tipe 2.
Tipe 1 memungkinkan masa tinggal hingga maksimal 5 tahun. Namun, jika naik ke tipe 2, tidak ada lagi batasan masa tinggal, dan juga memungkinkan untuk membawa keluarga ke Jepang.
Bagi tenaga kerja asing, Tokutei Ginou tipe 2 memberikan peluang untuk merencanakan karier dan kehidupan dalam jangka menengah hingga panjang. Di sisi lain, bagi perusahaan atau pemberi kerja, tenaga kerja tersebut tidak lagi dianggap sebagai “tenaga kerja sementara”, melainkan sebagai sumber daya manusia yang dapat berkembang dalam jangka panjang sesuai dengan strategi manajemen dan SDM perusahaan.
Untuk beralih dari tipe 1 ke tipe 2, необходимо memenuhi beberapa persyaratan tertentu.
Syarat berpindah dari Tokutei Ginou tipe 1 ke tipe 2
Diperlukan untuk lulus ujian evaluasi Tokutei Ginou tipe 2. Dalam ujian ini, kemampuan yang diuji lebih tinggi, berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh selama bekerja dengan status tipe 1.
Detail ujian dan jadwalnya diumumkan oleh lembaga penyelenggara ujian di masing-masing bidang (kementerian terkait). Selain itu, tergantung pada bidang industri, terdapat juga persyaratan tambahan seperti kemampuan bahasa Jepang (misalnya level N3 ke atas) dan pengalaman kerja (misalnya minimal 3 tahun).
Bidang yang memungkinkan transisi ke Tokutei Ginou tipe 2
Saat ini, bidang yang memungkinkan peralihan ke Tokutei Ginou tipe 2 meliputi 11 sektor, yaitu: pembersihan gedung, industri manufaktur produk industri, konstruksi, industri perkapalan dan kelautan, perawatan kendaraan (otomotif), penerbangan, perhotelan, pertanian, perikanan, industri pengolahan makanan dan minuman, serta industri jasa makanan (restoran).
Magang Teknis (Ginou Jisshu)
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, program magang teknis bukan bertujuan untuk bekerja di Jepang, melainkan untuk “transfer teknologi dan kontribusi internasional”. Program ini bertujuan untuk mentransfer keterampilan dan teknologi Jepang kepada peserta, serta berkontribusi pada perkembangan ekonomi negara asal mereka.
Namun, dalam praktiknya, program ini selama ini juga dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang. Hingga saat ini (per Oktober 2024), terdapat sekitar 470.725 tenaga kerja asing yang bekerja di Jepang dengan status “magang teknis”.
Perlu diketahui, sistem ini direncanakan akan dihapus secara bertahap hingga tahun 2030, dan akan digantikan oleh sistem baru yang disebut “Program Pengembangan Ketenagakerjaan (Ikusei Shuro)” yang akan mulai diterapkan pada tahun 2027.
Visa kerja ini masih terus mengalami perubahan secara bertahap hingga saat ini. Hal ini karena sistem yang ada belum bisa dikatakan sepenuhnya sempurna dan masih perlu perbaikan agar lebih mudah bagi tenaga kerja untuk bekerja.
Pada artikel berikutnya, kami akan membahas tentang kelemahan (jebakan) dalam visa kerja serta sistem baru yang sedang dikembangkan.



コメント